Menjadi Budak Nafsu Tanteku Sendiri

Jumat, September 16th, 2016 - Cerita Dewasa Tante, Cerita Sex

Usiaku baru menginjak kelas 1 SMA ketika aku sudah mengenal bahkan melakukan adegan seperti dalam cerita dewasa. Sebenarnya aku tidak pernah menduga kalau hal ini bakal akan aku alami sebelumnya, aku melakukan adegan cerita dewasa bersama dengan orang yang justru aku anggap sebagai orang tuaku. Dia adalah tanteku adik dari papaku yang hingga saat ini belum menikah juga.

Menjadi Budak Nafsu Tanteku Sendiri

Tante Reva adalah wanita yang sudah menginjak usia 35 tahun, tapi dia belum menikah padahal wajahnya begitu cantik dengan tubuh yang terlihat ramping. Dan dari yang aku lihat sering banget pria yang mencoba mendekati tante, namun dia tidak pernah terlihat berkomitmen dengan mereka, kalau ditanya mamaku dia bilang mau mencari yang terbaik untuknya.

papapun hanya bisa diam ketika mama mengatakan alasan tante Reva yang masih saja ngejomblo. Namaku Sammy sudah hampir dua tahun ini aku menjadi pelampiasan nafsu tante Reva, kami sering melakukan adegan seperti dalam cerita dewasa, tentu saja tanpa ada orang yang mengetahui perbuatan kami. Karena kami begitu pintar merahasiakan perbuatan mesum kami.

Di sekolah aku memiliki seorang pacar yang bernama Mirna, dengannya aku hanya pacaran layaknya anak muda yang tidak mengenal kata mesum. Karena untuk melampiaskan nafsuku aku sudah memiliki tante Reva, yang setiap saat selalu mengajakku untuk melakukan adegan mesum seperti dalam cerita dewasa. Bahkan aku seakan menjadi ketagihan melakukannya bersama dia.

Walau aku tahu dia adalah saudara kandung papaku, tapi semua hilang begitu saja mungkin nafsu sudah membutakan kami berdua. Seperti minggu ini kami sudah janjian untuk pergi ke sebuah villa walau sebenarnya Mirna mengajakku untuk jalan bareng akupun menolaknya, karena sudah ada janji dengan tante Reva. Seperti biasa pada mamaku dengan terus terang tante bilang untuk meminta aku mengantarnya keluar kota.

Pagi itu tante Reva menjemputku “Sekarang kamu yang kemudikan Sam.. ntar baru tante ya…” Katanya sambil berlalu masuk kedalam rumah, dan mama menghampiriku sambil berkata “Hati-hati nyetirnya.. kalo udah capek kasih saja sama tantenya ya..” Aku mengangguk dan tante keluar dari dalam rumah dengan mulut yang penuh dengan makanan dia biasa begitu kalau datang ke rumahku.

Sampai di kota yang di tuju kamipun masuk kedalam villa yang sudah sering kami kunjungi, kami masuk dan akupun menyandarkan tubuhku pada sofa yang ada di ruang tengah Villa tersebut, sedangkan tante Reva masuk kedalam kamar dan tidak lama kemudian dia datang dengan tubuh telanjang bulat sambil memelukku dari belakang dan berkata “Ayo sayang.. tante kangen..”Bisiknya lirih terdengar di telingaku.

Membuat merinding bulu romaku dan ketika aku menoleh ke arahnya diapun langsung menangkap bibirku dan mengulumnya. Dengan masih duduk di sofa akhirnya tante REva mencari kontolku ketika dia sudah berada di depan wajahku dengan lahapnya dia kulum kontolku “OOouughh.. pelan.. tanteee… ooouugggghhh… ooouugghhhh.. ooouugghh…” Desahku waktu itu.

Tante Reva tetap sajaa mengulum kontolku bahkan dia sesekali menyedotnya membuat aku menggelinjang keenakan “OOOuugghh.. taaan… aaaaggghhh… aaaaaggggghhh… aaaagggghhh…. aaaaaggghhh..” Kini diapun menarik tubuhku kedalam kamar setelah berhasil melepas pakaian yang aku kenakan, setelah itu dia terlentang dan menangkap tubuhku untuk segera menindihnya.

Perlahan namun pasti kini kontolku sudah berada di dalam memeknya, dan aku langsung menggerakan pantatku seperti biasa tante Reva langsung mengerang sambil terus menggigit bibirnya “OOOuuuuaaaggghh… aaaaagggggghhhhhhh… aaaaaggggghhhhh… aaaaaggggghhh… aaaaaagggghh.. ” Aku bahkan menekan semakin dalam kontolku dalam memeknya dan diapun kelihatan senang.

Semakin cepat aku menggoyanganya karena akupun masih ingin istirahat, apalagi kami pasti seharian disini dan benar saja tidak berapa lama kemudian aku merasakan getaran hebat dari dalam kontolku dan “OOOuuggghhhh…. ooouuugghhh. tante… Sammy nggak kuaaat… aaaaaaaggggghhh… aaaaaaggghhhh… aaaggghhh…” Tumpah seluruh larva kentalku kedalam lubang kemaluannya.

Tante Reva memelukku sambil berbisik lirih “Kok cepet amat.. tantee masiih pingiiin..” Aku mendekap tubuh mulusnya sambil berkata “Iya tante.. ntar lagi.. Sammy masih mau istirahat nich..” Lalu aku kecup keningnya setelah itu aku segera bangun dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhku diikuti oleh tante REva setelah itu kamipun duduk santai di teras depan Villa tersebut.

Kamipun bermesraan disana entah kenapa aku merasakan sayang begitu dalam pada tante Reva. Mungkin kami akan terus melanjutkan hubungan ini seterusnya, karena kami berdua sama-sama merasakan cinta yang begitu dalam, bukan lagi nafsu saja yang hanya melakukan mesum seperti dalam cerita dewasa. Tapi aku sungguh-sungguh mencintai tante Revaku yang begitu cantik.

Menjadi Budak Nafsu Tanteku Sendiri | Cerita Dewasa Loe | 4.5