Suami Bangsat Menjual Keperawananku

Rabu, Agustus 31st, 2016 - Cerita Seks 17 Tahun, Cerita Sex

Kisah ini merupakan kisah nyata tentangku, mungkin dengan begini dapat mengurangi rasa kecewaku. Namaku Rianti aku seorang gadis kampung yang baru saja lulus dari SMU, bukannya melanjutkan ke universitas tapi kedua orang tuaku telah merencanakn pernikahanku dengan seorang pemuda yang juga dari kampungku tapi dia sudah berhasil di kota besar yang namanya Jakarta.

Ini terlihat ketika dia pulang dengan membawa mobil mewah dan membagi-bagikan uang pada orang kampung. Sebenarnya usia kami terpaut jauh dia sudah berumur 35 tahun sedangkan aku masih 18 tahun karena baru lulus juga, mungkin karena kedua orang tuaku melihatnya sebagai orang yang sukses merekapun dengan suka rela menerima pinangan mas Bagas namanya.

Mungkin dia melihat aku gadis kampung yang polos dan tidak ada pengalaman sama sekali. Padahal sejak kelas 2 SMU aku sudah berhubungan dengan teman satu sekolahku Feri namanya, bersamanya selama kurang dari dua tahun ini kami belum pernah melakukan adegan layaknya dalam cerita seks seperti kebanyakan teman-teman kami. Memegang tanganku saja Feri masih malu-malu begitu juga denganku.

Suami Bangsat Menjual Keperawananku

Diapun terkejut ketika mendengar kalau aku akan segera di persunting mas Bagas. Dan Feri juga sempat menemui kedua orang tuaku dan meminta mereka untuk tidak menerima mas Bagas karena aku sudah berhubungan dengannya, tapi kedua orang tuaku tidak mendengarkan permintaannya. Mereka tetap ngotot untuk menikahkan aku dengan mas Bagas yang terlihat lebih kaya dari Feri.

Pesta pernikahanpun di langsungkan dengan sangat meriah. Namun aku menangis terus di dalam kamarku mengingat Feri pacarku. Selama ini dia begitu mencintaiku dan selalu menjagaku begitu aku juga sangat mencintainya, kami pernah berjanji untuk saling menjaga hati kami dan sempat juga ingin melangkah ke jenjang pernikahan namun kini semua itu kandas sudah.

Setelah pesta usai mas Bagas masuk kedalam kamarku, dan aku kira karena melihatku menangis dia tidak menyentuhku sama sekali. Tapi hingga tiga malam perkawainan kami dia belum juga menyentuhku, sampai akhirnya dia membawaku ke kota Jakarta. Kedua orang tuaku sepertinya bahagia melihatku akan ikut suamiku ke kota besar dan tidak ada yang ikut mengantarku ke Jakarta.

Tapi sampai di sana aku agak bingung karena mas Bagas tidak membawaku ke rumahnya namun dia masuk kedalam sebuah hotel. Aku kira mungkin dia ingin melakukan malam pertama di dalam hotel sehingga cerita seks pertama kali kami disini. Namun agak lama juga aku berada di kursi lobby hotel tersebut, dan beberapa kali juga aku lihat tatapan mata pria memandangku dengan tajamnya.

Sampai akhirnya aku melihat mas Bagas datang dan dia memintaku untuk mengikutinya akupun menuruti saja kemauannya. Ternyata dia membawaku ke lantai 12 hotel ini, aku yang baru pertama kali masuk ke hotel mewah terperanjat melihat semuanya tapi aku bersikap biasa saja. Sampai akhirnya kami masuk kedalam salah satu kamar dan aku kaget ketika di sana ada seorang pria.

Aku ingat pria tadi adalah pria yang melihatku dengan tatapan tajamnya. Seorang pria cina dengan mata sipit dan kulit putihnya, dia memakai kaca mata dan aku kira dia berumur 40 tahunan “Kenalkan Mr.Zhang..ini Rianti cewek yang tadi aku ceritakan..” Dia tersenyum lalu menyentuh daguku “Oo..beautiful….benar-benar cantik..” Aku mundur karena takut dengan sikapnya.

Lebih takut lagi ketika mas Bagas hendak pergi meninggalkan aku ” Mas.. mau kemana?” Dia menoleh ke arahku dan berkata dengan tenangnya “Sudah ..malam ini kamu miliknya.. besok aku jemput kamu..” Diapun pergi meninggalkan aku yang teriak-teriak memanggilnya. Namun bagai tidak terjadi apa-apa dia tetap saja melangkah meninggalkan aku bersama pria sipit ini.

Akupun menangis apalagi aku mendengar kata pria ini “Sudah jangan menangis.. Bagas sudah menjual keperawanan kamu cukup tinggi padaku.. jadi jangan buat aku marah..” Dia kemudian memelukku bahkan terus menciumi seluruh tubuhku, dia remas dengan kerasnya buah dadaku akupun teriak kecil “OOuuw.. jangan…” Tapi pria sipit itu terus melakukan hal itu padaku.

Dalam sekejap pakaianku sudah lepas semuanya, melihatku sudah telanjang di depannya diapun mendorong tubuhku hingga terjungkal di atas kasur “Ayo.. sayaaang… aaaaggghh….. aaaggggghhh…” Dia menindih tubuhku sambil terus menciumi wajah dan tubuhku, saat itu juga ku lihat dia melepas celana dan juga pakaiannya sendiri dan ketika tubuhnya juga telanjang.

Diapun mencoba memasukkan kontolnya pada lubang kemaluanku, tapi berkali-klai dia coba belum juga berhasil. Dan diapun mengambil sesuatu dari meja samping tempat tidur dan mengusapkannya pada kontolnya lalu dia kembali memasukkan kontolnya dan “Aaagghhhh… saaaakit.. om…… aaaagggghhhh….heeegghhh…heeeeeggghh..” Aku menjerit sambil menangis.

Tapi bukannya kasihan dia malah bergerak turun naik meskipun vaginaku sudah memuncratkan darah segar meskipun hanya sedikit. Dan diapun terus menggoyang pinggulnya sambil mendesah-desah “Aaagghh… oooooouuuuggghhh… oooouuugggghhhhh…. oooouugggghh… aaaaaaaaggggghhh…. aaaaggghhh… ” Pria sipit tersebut benar-benar tidak merasa kasihan sama sekali padaku.

Bukan hanya menghentakan kontolnya dalam memekku tangannya juga meremas keras toketku “Ooouuggghh… cantiiiik….. aaaggghhhh… aaaaggggghhhhh… aaaagghhh… aaagghhh…. ” Desahannya semakin panjang dan aku lihat dia semakin cepat melakukan gerakan turun naik di atas tubuhku. Bagai pemain dalam adegan cerita dewasa seks dia terus menikmatinya.

Bahkan ciumannya agak kasar kurasa, dan semakin lama dia semakin “OOouugghh… aaagggghhh… aaaaggggggggghhhh… aagggghh…. ” Ternyata dia sudah menumpahkan sesuatu yang kentl dalam memekku, dan tetap mencium wajahku berkali-kali. Selepas itu diapun terkulai lemas namun bukan hanya sekali dia melakukan adegan seperti dalam cerita seks tapi malam itu sampai berklai-kali.

Sejak saat itu bukan hanya menjual keperawannaku tapi suamiku yang telah menjadi kebanggaan orang tuaku, tetap menjual tubuhku pada teman bahkan kliennya. Rupanya dia memang sengaja menikahiku gadis kampung yang terlihat kecantikannya, hanya untuk diperjual belikan tubuhnya. Dan kini aku hanya bisa menangis karena tidak bisa juga menceritakan pada siapapun karena ancaman dari mas Bagas.

Suami Bangsat Menjual Keperawananku | Cerita Dewasa Loe | 4.5